Archive for the ‘Desain’ Tag

Apakah ini Pavilion Indonesia di Shanghai 2010?,

Pavilion INDONESIA di Shanghai 2010

Apakah gambar ini benar Pavilion Indonesia di Shanghai 2010?,

kalau benar menyedihkan!, Seluruh negara menampilkan karya Arsitektur terbaikanya dalam pesta Dunia setiap 5 Tahun. Apakah terbatasnya kemampuan arsitek? Atau ketidak mampuan yang memilih Arsitek nya?

Iklan

Pendidikan Kreatif Berdasarkan Kelompok Umur

Untuk memperkuat SDM/ Manusia Indonesia Beradab dan Kreatif, harus di lengkapi rencana jangka panjang bidang Pendidikan . Pendidikan di rumah, dan Pendidikan sekolah.

Manifesto Kreatif, Inovasi dan Desain

draft 1.0

1. Memupuk kreativitas dalam proses belajar seumur hidup di mana teori dan praktek berjalan seiring.

2. Menjadikan sekolah dan universitas tempat-tempat di mana siswa dan guru terlibat dalam pemikiran, melaksanakan proses kreatif dan belajar.

3. Mengubah tempat kerja menjadi suasana pembelajaran.

4. Mempromosikan secara terpadu, sikap mandiri dan keberagaman budaya yang dapat menopang dialog antar etnik.

5. Mempromosikan penelitian ilmiah untuk memahami gejala global, meningkatkan kehidupan masyarakat dan mendorong inovasi.

6. Mempromosikan proses desain, berpikir dan kreatif, memahami kebutuhan manusia, emosi, aspirasi dan kemampuan dari pengguna.

7. Dukungan bisnis terhadap inovasi yang memberikan kontribusi untuk kesejahteraan dan keberlanjutan.

Bandung City Branding

5 Hal yang tidak dapat terpisahkan dalam membangun suatu City Branding

City Branding, bukan hanya visual branding. 5 unsur yang harus menjadi bagian program bersanding sejalan dalam menggerakan suatu kota.

Irvan A. Noe’man 2006

Definisi HKI – Hak Cipta – Desainer

4 Kunci memahami IP/ HKI, untuk mencapai Indonesia Good-Design Made in Indonesia.

Irvan A. Noe’man 2006

– –

Definisi HKI – Hak Cipta – Desainer

Hak Kekayaan Intelektual

Hak Kekayaan Intelektual adalah hak ekslusif yang timbul dan/atau diberikan oleh Negara kepada seseorang atau sekelompok orang yang menjadi pencipta, inventor, pendesain, perancang, pemangku atau pemulia di bidang karya seni, sastra atau ilmu pengetahuan, invensi-invensi di bidang teknologi yang aplikatif dalam industri, merek, indikasi geografis atau indikasi asal, rahasia dagang, desain industri, desain tata-letak sirkuit terpadu, dan varietas baru tanaman.

Hak Cipta

Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan, memperbanyak, menerjemahkan, mengadaptasi, mengaransemen, mensingkronisasi, menjual, menyewakan, meminjamkan, mengimpor, mengekspor, dan merekam Ciptaan kepada publik atas Ciptaannya atau memberikan ijin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.


PenDesain

pendesain atau desainer, atau yang menerima hak tersebut dari pendesain dalam hal pendesain terdiri dari sekelompok orang, hak diberikan kepada kelompok desainer tersebut secara bersama, kecuali jika diperjanjikan lain dalam hal hubungan dinas, sang desainer, kecuali diperjanjikan lain, dengan tidak mengurangi haknya yang ditugasi jika penggunaan desain itu diperluas keluar hubungan dinas tersebut dalam hubungan pemesanan, sang desainer, kecuali jika diperjanjikan lain.

Definisi berdasarkan hukum, sumber Miranda Risang Ayu Palar, S.H., LL.M., Ph.D.

Perubahan Pola-Pikir Kemewahan

Ambivalence | perubahan pola pikir Kemewahan | Eco Luxury

Ambivalence erat kaitannya dengan perubahan persepsi masyarakat terhadap perkembangan trend. Perubahan utama yang mempengaruhi tema ini adalah perubahan cara padang manusia terhadap berbagai hal di dunia oleh karena berkurangnya sumber daya alam serta problem-problemnya yang terkait. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat dari tahun ke tahun diseluruh dunia turut mempengaruhi pola konsumsi masyarakat dunia yang semakin tinggi. Dengan demikian tentunya permintaan akan sumber daya alam semakin besar, namun disisi lain terjadi banyak problem terkait dengan keberlanjutan (sustainability) sumber daya. Dari sini beberapa orang maupun produsen mencoba untuk berpikir mengenai alternatif-alternatif. Tidak hanya alternatif sumber daya energi yang sudah menjadi topik hangat akhir-akhir ini, alternatif dalam cara pandang estetika juga mendapat terobosan dengan memperkenalkan bahan-bahan pengganti yang dahulu dikenal sebagai bahan “non-mewah” atau “bekas” bahkan “limbah” seperti karton, gabus, kertas, kayu bekas, dan lain-lain.

Tidak sebatas bahan teknik pembuatan namun juga tampilannya yang baik dan sempurna dapat memperlihatkan suatu perspektif baru yang dahulu tidak pernah perlihatkan sebelumnya. Dalam hal ini bahan material sederhana dapat memberi nilai kemewahan dengan proses pembuatan dan finishing yang sempurna. Hal inilah yang disebut dengan pergeseran nilai kemewahan.

Irvan A. Noe’man | Dina Midiani